Selasa, 04 November 2014

Tugas 3



INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

A.  Individu
Individu ialah suatu makhluk hidup yang sifatnya tunggal. Individu  merupakan bagian terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Begitu juga dengan ibu dan anak mereka juga tidak dapat di pisah lagi menjadi bagian terkecil.

B.  Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa individu yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga merupakan tempat terpenting seorang individu untuk membentuk suatu karakter pribadi sebelum terjun ke masyarakat. Adapun FUNGSI lain keluarga ialah sebagai berikut : 
  1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
  2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
  6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
  8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
  9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

C.  Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Di dalam suatu masyarakat terdapat keluarga dan di keluarga terdapat individu jadi dapat di simpulkan bahwa masyarakat keluarga dan individu saling berkaitan satu sama lain. Masyarakat bisa disebut suatu organisasi jika dalam suatu masyarakat tersebut ada hal yang di bicarakan untuk keperluan bersama.

D. Faktor yang Mempengaruhi Individu

a)  Faktor Hereditas ( genetika)
Hereditas disini dimaksudkan bahwa seseorang bisa menjadi individu karena keturunan dari orang tuanya. Misalkan seorang ayah memiliki sifat pendiam dan seorang ibu mempunyai sifat yang lincah ada kemungkinan anaknya akan mempunayi salah satu sifat dari mereka berdua. Sifat ini tidak hanya terdapat selama masa kanak-kanak, melainkan tetap ada pada diri kita selama masih hidup kita.


b)  Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah tempat dimana seorang individu akan belajar berkembang. Bila seorang individu di lingkungannya dia di didik untuk bertanggung jawab, jujur dan sbg maka, akan ada kemungkinannya setelah dia masuk ke lngkungan lain individu itu akan membawa perilakunya tersebut yang telah individu terseebut pelajari di lingkungan sebelumnya.

c)  Faktor kematangan
Faktor kematangan disini tergantung pada setiap individunya jika seorang individu sudah mempunyai pemikiran yang matang maka individu tersebut akan mengalami perkemabangan yang signifikan untuk kehidupannya di masa depan. Contohnya pada saat masih kecil seorang individu belum bisa membagi waktu setelah dia matang individu itu menjadi ahli untuk membagi waktu untuk aktifitasnya sendiri.

E. Gambaran Individu, Keluarga dan Masyarakat yang saling berhubungan




Maksudnya disini ialah di dalam masyarakat terdapat seklompok keluarga dan di keluarga ada beberapa individu yang mempunyai hubungan darah. Jadi semua saling berhubungan satu sama lain.




Daftar pustaka :


Kamis, 16 Oktober 2014

Tugas 2



A. Pertumbuhan Penduduk Sebagai Salah Satu Faktor Penting Dalam Masalah Sosial Ekonomi

Para ahli ekonomi klasik yang di pelopori Adam smith bahkan menganggap bahwa jumlah penduduk merupakan input yang potensial yang dapat digunakan sebagai faktor produksi untuk meningkatkan produksi suatu rumah tangga perusahaan. Semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat digunakan. Oleh karena jumlah penduduk terus bertambah, maka banyak yang harus dicanangkan untuk mengatasi keadaan jumlah penduduk yang semakin bertambah.  Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat tersebut, mengundang banyak masalah. Tetapi ini tidak berarti pada zaman dahulu masalah kependudukan tidak ada. Sejalan dengan perkembangan penduduk dunia, Indonesia juga sebagai negara berkembang yang tidak terlepas dari pertambahan penduduk yang cepat.

         Namun ahli ekonomi lain yaitu Robert Malthus menanggap bahwa pada kondisi awal jumlah penduduk memang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun pada suatu keadaan optimum pertambahan penduduk tidak akan menaikkan pertumbuhan ekonomi malahan dapat menurunkannya. Pada tahun  tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia menunjukkan angka sebesar 205.135 juta jiwa  dengan laju pertumbuhan sebesar 10.380 juta jiwa  atau sebesar 5.33 persen  dari tahun 1995. Sementara itu persentase penduduk miskin selama periode 1996- 2008 mengalami fluktuasi dengan kecenderungan mengalami penurunan. perpindahan penduduk terutama provinsi – provinsi di Pulau Jawa. 

         Seperti yang kita tahu bila pemerintah tidak bisa mecahkan masalah kependudukan : seperti besarnya jumlah penduduk Indonesia dan tidak meratanya penyebaran penduduk di Indonesia. Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi telah dilakukan pemerintah melalui berbagai program diantaranya program keluarga berencana (KB) yang dimulai awal 1970-an. Begitu pula usaha – usaha yang mengarah pada pemerataan penyebaran penduduk telah dilakukan dengan cara memindahkan penduduk Pulau Jawa diluar Pulau Jawa melalui program transmigrasi. Selain itu dengan telah diberlakukannya program otonomi daerah, diharapkan dapat mengurangi. Rencana itu akan berjalan baik jika masyarakat di indonesia mengikuti aturan program KB, Transimgrasi, dan Otonomi daerah secara baik dan benar

B. Pentingnya Kebudayaan Dalam Pertumbuhan Penduduk Dan Korelasi Antara Corak Budaya Kepribadian Seseorang

Kebudayaan adalah elemen inti dalam setiap masyarakat dan peradaban, yang memiliki pengaruh besar di setiap dimensi kehidupan termasuk perkembangan ekonomi. Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, beberapa waktu lalu menekankan elemen budaya dalam pengembangan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya memperhatikan masalah budaya di samping aktivitas ekonomi, sebagai peta jalan mencapai perkembangan ekonomi tanpa ketergantungan. Yaitu, sektor perekonomian yang mengandalkan kemampuan dan kapasitas dalam negeri dengan berporos pada sentra ilmu pengetahuan dan interaksi proprosional dengan dunia luar. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa kebudayaan pada suatu negara sangat berpengaruh pada sektor pertumbuhan ekonomi penduduk untuk bisa berinteraksi dan mendapat kepercayaan dari orang luar melalui media sarana pemanfaatan teknologi.

Beberapa penelitian antropologi budaya menunjukkan bahwa terdapat suatu korelasi di antara corak kebudayaan dengan corak kepribadian pada anggota masyarakat. Opini publik pun menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa merupakan cermin kepribadian bangsa yang bersangkutan. Sebaliknya, segala corak yang berbeda dari corak kebudayaan dianggap aneh/bertentangan dengan kodrat alam. Maksud penyataan disini mengungkapkan bahwa memang benar kepribadian seseorang itu tergantung bagaimana budaya yang di anutnya. Seperti kebudayaan bangsa Indonesia yang mayoritasnya menganut norma – norma agama yang mereka percayai, sehingga jika ada hal yang melewati batasan norma agama biasanya akan terjadi perbedaan pandangan.

C. Definisi Masyarakat

Menurut pendapat saya sekumpulan manusia yang berada alam satu lingkungan yang mempunyai hasrat/dorongan untuk bersosialisasi bisa kita sebut masyarakat. Sedangkan Syaikh Taqyuddin An-Nabhani seorang pakar sosiologi menjabarkan tentang definisi masyarakat, "sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama". Dengan kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka berdasarkan kepentingan bersama. Masyarakat biasa dibedakan menurut suku, ras, dan chiefdom. Selain itu masyarakat biasa dibedakan menurut mata pencaharian diwilayahnya. Dan ada juga yang disebut dengan masyarakat peradaban adalah masyarakat yang sudah melakukan perubahan dalam artian menyesuaikan lingkungan alam dengan kehidupan yang selayaknya diterapkan untuk kehidupan yang lebih maju.




Daftar Pustaka :





Sabtu, 27 September 2014

Ilmu Sosial Dasar 1



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN BER BUDAYA
 
 
A. Pengertian Makhluk Sosial dan Berbudaya

1.   Makhluk Sosial yaitu Makhluk yang di dalam hidupnya tidak dapat lepas dari interaksi Makhluk Sosial lain, sedangkan menurut Aristoteles (seorang ahli fikir yunani menyatakan dalam ajaranya) bahwa manusia adalah ZOON POLITICON, artinya pada dasarnya manusia adalah makhluk yang ingin selalu bergaul dengan berkumpul dengan manusia, jadi makhluk yang bermasyarakat . dari sifat suka bergaul dan bermasyarakat itulah manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Dari dua peryataan berikut dapat di ambil inti sarinya yaitu manusia disebut makhluk sosial di karenakan adanya sifat alami manusia yang selalu ingin berinteraksi dan manusia tidak bisa hidup dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri selalu membutuhkan bantuan manusia lain .

2.      Makhluk Berbudaya yaitu makhluk yang selalu menggunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya, sedangkan Menurut H Lowie Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu darimasyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal. Berarti pada dasarnya Manusia disebut Makhluk Berbudaya karena manusia selalu menggunakan akalnya sehatnya untuk melakukan sesuatu mengikuti kebiasaannya dari leluhur setempat yang sudah turun temurun di ajarkan .
       
     B. Budaya mempengaruhi perilaku Manusia

Seperti kita tahu adat istiadat di negara Indonesia ini bermacam-macam jadi kebiasaan atau budaya setiap daerah berbeda-beda. Dan kita sebagai manusia pasti mempunyai hasrat untuk mencoba berpindah ke tempat lain namun dengan berbedanya tempat  budaya yang ada pun pasti berbeda dengan kata lain manusia yang berpindah tempat lain mau tidak mau harus bisa beradabtasi dengan lingkungan lain, jadi seorang manusia bisa berubah perilakunya sesuai budaya dan interaksi sosial yang dia dapati di tempat lain karena ingin meniru seseorang, dan ingin diperhatikan.


     C.  Unsur–Unsur yang mempengaruhi perubahan budaya

Perubahan budaya terjadi karena adanya berbagai macam proses seperti masuknya budaya lain dari luar, kemajuan tekhnologi yang cepat, terpengaruhnya masyarakat dengan suatu hal. Dengan kata lain  unsur-unsur yang mempengaruhi suatu perubahan budaya karena adanya modernisasi yang terjadi dan perkembangan pola fikir manusia. Contoh yang saya alami ialah berubahnya cara belajar yang saya lakukan sekarang lebih banyak menggunakan internet dari pada menggunakan buku referensi yang ada.




Daftar Pustaka ;
file.upi.edu/Direktori/FPIPS/.../manusia_(individu-sosial).pdf
anwarriyants.files.wordpress.com/.../hakekat-manusia-sebagai-makhluk-...